Tampilkan postingan dengan label KLIPING MEDIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KLIPING MEDIA. Tampilkan semua postingan

12/03/14

SETELAH 26 TAHUN, TARMIZI KEMBALI KE ACEH SEBAGAI KAJATI

Serambi Indonesi/Selasa, 11 Maret 2014 15:18 WIB



SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR

Kajati Aceh, Tarmizi Amin didampingi Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia, memaparkan penanganan penegakan hukum di Aceh, dalam pertemuan di Kantor Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (11/03/2014). SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR

Laporan: Zainal Arifin M Nur | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Tarmizi Amin MA mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali ke Aceh, setelah 26 tahun meniti karir di luar Aceh, dengan hampir 24 tahun berada di lingkungan kejaksaan.

"Alhamdulillah, pada 26 Februari lalu (2014) saya dilantik sebagai Kajati Aceh. Bagi saya ini seperti saweu gampong," kata Tarmizi dalam pertemuan dengan pimpinan Serambi Indonesia Grup, di Kantor Serambi, Meunasah Manyang PA, Aceh Besar, Selasa (11/03/2014) siang.

Kajati Tarmizi Amin didampingi Kasi Penkum dan Humas Amir Hamzah SH, Kabag TU Mukhlis SH, dan sejumlah staf lainnya. Rombongan diterima oleh Pemred Serambi Indonesia Mawardi Ibrahim, Sekred Bukhari M Ali, Wakil Redaktur Pelaksana M Nasir Nurdin dan Asnawi Kumar, Redpel Prohaba Nurdinsyam, Manager Serambi FM, Nani HS, serta sejumlah pimpinan lainnya.

Dalam pertemuan silaturahim ini, Tarmizi Amin menceritakan dia menghabiskan masa kecil dan remajanya di kampung kelahirannya di Kembang Tanjong Pidie. Setelah menamatkan SD dan SMP di Kembang Tanjong, Tarmizi mulai merantau dengan menempuh SMA di Lhokseumawe.

Setelah sempat bekerja sebagai staf di kantor Gubernur Aceh, pada tahun 1990 Tarmizi memulai karir di Kejaksaan RI. Sejak itu, Tarmizi mulai bertualang dan berpindah-pindah tugas, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan.

Di antaranya, pada akhir tahun 2000an menjadi Kajari di Provinsi Jambi, sempat jadi Aspidum di Kalbar, kembali ke Asdatun Kejati Sumut. Lalu jadi Wakajati Bangka Belitung.

"Saat menjadi Wakajati di Bangka Belitung ini, jajaran kami berhasil meraih 4 besar Kejati dengan Kinerja terbaik di Indonesia. Ini merupakan tantangan besar bagi kami untuk melakukan yang lebih baik bagi Aceh," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan masih berlangsung, dan Kajati Aceh memaparkan berbagai hal terkait penegakan hukum, terutama terkait masalah penanganan kasus korupsi di Aceh.



05/03/14

KESEDIHAN DIUJUNG TELEPON SERAMBI, EFEKS "KAMPANYE" DENGAN ALAT PERANG

acehbaru.com/4 Maret 2014

“Tak Bisakah Berpolitik tanpa Kekerasan?” itulah talkshow Cakrawala Serambi FM pagi tadi bertema. Senin 3 Maret 2014. Talkshow yang membahas tentang berbagai tindak kekerasan jelang pemilu Aceh menggugah rasa kemanusian para pendengarnya.

Saya sampai membaca 3 kali berulang-ulang berita ini. Dikala mata saya menggilas bait perbait kata dari tulisan yang ditulis oleh wartawati Serambi Indonesia Nani HS, saya membayangkan bagaimana Aceh yang sering disebut bermartabat? kemudian pikiran saya menerawang dan melintas sejumlah wajah pemimpin Aceh, para anggota DPR RI dari Aceh, Tokoh Aceh, Akademisi Aceh, tak lupa pikiran saya juga terlintas kepada wajah Pak Husein Hamidi yang baru saja di lantik sebagai Kapolda Aceh.

Saya merinding, ketika membaca kalimat Innalillahi wai-nna ilaihi rajiun….dalam berita itu. Kalimat terakhir kehidupan disampaikan oleh pria yang bernama Heri. Dia mengaku warga Blang Bintang Aceh Besar. Heri tak sanggup membendung rasa kesedihan melihat berbagai fenomena kekerasan yang sedang terjadi di Tanah Aceh.

“Kami sebagai rakyat Aceh menangis dan melihat bangsa Aceh dijajah oleh bangsanya sendiri. Orang Aceh tidak ada lagi akhlak. Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah. Mana aparat keamanan untuk bisa mengambil senjata-senjata itu. Mari rakyat buka mata, buka telinga, dan melihat dengan mata. Ini kehancuran Aceh. Kita di dunia hanya sementara,” keluh Heri sambil terisak-isak.

Selebihnya, suara Heri makin parau, dan di hampir sepuluh menit interaktifnya dengan Serambi FM, banyak kata-kanya tak begitu jelas terdengar. Suaranya begitu tenggelam dalam kedukaannya.

Ia benar-benar menangis tak terbendung. Kendati secara lahiriah kita tak melihat Heri, namun secara verbal/audio kita bisa membayangkan bagaimana air mata Heri berjatuhan.

Di ruang talkshow studio Serambi FM keharuan juga tampak di wajah Redaktur Harian Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika (narasumber), Dosi Alfian (presenter) dan Executive Serambi FM (Achyar Abdullah).

Selama hampir delapan tahun usia Serambi FM, baru kali ini seorang pendengar pria penelepon, berbicara sambil menangis terisak-isak. Kondisi ini menimbulkan komentar lanjutan dari sejumlah kalangan.

“Kalau seorang lelaki sudah menangis, dengan bersuara tersedu-sedu, bayangkanlah seberapa parah luka hatinya? Seberapa besar kekecewaannya?” tulis seorang ibu melalui pesan Blackberry kepada Serambinews.com.

Sementara pendengar yang lain, Sukma Hayati juga memberi komentarnya. “Sebenarnya masyarakat Aceh mulai kehilangan karakternya. Tidak lagi berpegang pada nilai-nilai dan norma agama nilai sosial. Sehingga di mata dunia kita bukan lagi terlihat hebat. Tapi jadi terlihat bodoh. Sikap-sikap tidak menghargai nyawa manusia kurang lebih seperti sikap Yahudi.”

Cakrawala Serambi FM pagi tadi bertema, “Tak Bisakah Berpolitik tanpa Kekerasan?” Selain narasumber Yarmen Dinamika, berkomentar juga Direktur Studi Perdamaian dan Resolusi Konflik UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Sahlan Hanafiah.

III

Setelah selesai membaca tulisan itu, saya jadi bertanya berapa lagi kira-kira target akan terbunuh jelang pilkada ini? Dan berapa orang saat pemlihan nanti?

Pernahkah kita membayangkan bagaimana perasaan seorang manusia jika saudara kandung atau kawan dekat serta sahabat terbantai cuma gara-gara perbedaan pandangan dan sama-sama ingin merebut simpati masyarakat.

Apakah membunuh sebuah usaha yang maksimal untuk mencapai sesuatu?

Masih terlalu baik gajah dan harimau, yang kita tahu dua jenis hewan yang terkenal hebat, dan berbahaya. Berapa ratus tahun kita membabat hutan, baru kemudian ia marah…..tetapi manusia selama ini, seakan, sedikit perbedaan dan belum pun kelaparan gara-gara perbedaan, sudah beringas bak srigala yang sedang lapar. Terlalu kejam !

Mungkin bagi yang merasa menang dengan pertumpahan darah ini akan terkekeh, dan menyebutkan dengan kata sombong— “Kee Ka lawan atau dalam bahasa Republik “Aku Kau Lawan” Namun dibalik kekehan itu pernahkah kita membayangkan jika saudara kita yang mengalami kejadian itu. Atau anak kita ? Apa itu akan kita katakan, sebuah resiko? ………..Terserah !

Dalam konteks pemilu yang sedang berlangsung sekarang lebih cocok disebut resiko bila kalah tidak terpilih karena kurangnya coblosan masyarakat. Karena aturannya demikian. Tetapi bukan kemenangan diukur dengan berhasilnya mencabut sejumlah atribut Partai dan karena sekian banyak orang kena teroran (teror) dan begitu banyak orang terkena bal-bal. Dan yang satu lagi bukan karena berapa banyak tewas karena tembakan.

Lagian penghelatan pemilu legislative ini tidak pernah tersebut “Perang”. Dalam aturannya pemilu ini jelas sudah digariskan untuk meraih peminat bisa dilakukan dengan kampanye terbuka dan dialogis, ditambah lagi dengan sejumlah alat peraga.

Jika memang mau gentelmen dan ingin menggunakan senjata sebagai alat peraga pemilu, kenapa tidak diusulkan secara terbuka kepada pemerintah untuk pemilu di Aceh, ada penambahan model kampanye, yaitu penggunaan senjata api untuk, teror-teroran dan tembak-tembakan.

Ini biar jelas siapa yang sanggup ikut sebagai peserta atau tidak ?

Dan untuk penyelenggara pemilu jangan lagi ditangani KIP sebagai Komisi Independen Pemilihan (KIP) tetapi digantikan saja dengan nama Komando Independen Peperangan (KIP) Aceh.

Jadi, jika tidak demikian, tentunya sangat Almunafikun, dikala orang menggunakan cara kampanye dengan kata-kata dan alat peraga lunak untuk meraih simpati dan mengalahkan lawan.

Namun dibalik itu ada orang-orang yang sudah diketahui menggunakan cara kekuatan fisik, memukul serta merusak untuk menggangu lawan. Dan ada juga yang belum teridentifikasi yaitu penggunaaan senjata untuk membantai lawan. Inikah cara- cara pemilu bangsa bermartabat yang katanya penuh kemuliaan ? [*]

- See more at: http://www.acehbaru.com/kesedihan-diujung-telepon-serambi-efeks-kampanye-dengan-alat-perang/#sthash.1OxxI4oK.dpuf

11/12/13

MEMBUMIKAN ZAKAT MELALUI "EUMPANG BREUH"

www.suaradarussalam.com/Selasa, 10 Desember 2013 | 18.40

“Seingat saya, di antara film Eumpang Breuh yang sudah mencapai belasan edisi, film Zakeut ini paling berkualitas. Selain gambarnya lebih bagus juga tidak goyang alias stabil. Kemudian film ini juga punya alur cerita yang jelas,”

---- Lailatussa’adah, dosen UIN Ar-Raniry


SEBUAH terobosan dilakukan Baitul Mal Aceh dalam upaya menyosialisasikan zakat kepada masyarakat. Lembaga resmi pengelola zakat di Provinsi Aceh ini, menggandeng kelompok komedi terkenal di Aceh, Eumpang Breuh, untuk menyosialisasikan kewajiban membayar zakat, serta manfaatnya bagi umat.

Film yang dikemas dalam bentuk komedi dengan judul “Zakeut” ini diproduksi bersama atas kerja sama Baitul Mal Aceh, Bank Aceh Syariah, Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), serta Din Kramik Production.

Sesuai dengan harapan, film yang diluncurkan di sela-sela kegiatan Pelatihan Akuntansi Zakat yang diikuti bendahara Baitul Mal se-Aceh, di Oasis Hotel, Banda Aceh, Kamis (10/10/2013) malam ini, mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan.

“Seingat saya, di antara film Eumpang Breuh yang sudah mencapai belasan edisi, film Zakeut ini paling berkualitas. Selain gambarnya lebih bagus juga tidak goyang alias stabil. Kemudian film ini juga punya alur cerita yang jelas,” kata Lailatussa’adah, dosen IAIN Ar-Raniry kepada Suara Darussalam, akhir Oktober lalu.

Kolektor naskah kuno Aceh, Tarmizi A Hamid pun tak urung mengapresiasi langkah Baitul Mal Aceh menyosialisasikan zakat melalui film. “Ini merupakan terobosan luar biasa dan akan semakin memperkuat sosialisasi yang telah banyak dilakukan melalui media cetak, spanduk dan baliho,” ujarnya di sela-sela peluncuran EB Zakeut, di Oasis Hotel, Kamis malam (10/10/2013) lalu.

Tarmizi menambahkan, pemilihan grup Eumpang Breuh sebagai partner juga akan sangat efektif untuk menyosialisasikan zakat kepada berbagai kalangan, termasuk anak-anak selaku generasi harapan bangsa dan agama.

Peluncuran

Acara peluncuran dan nonton bareng film komedi “Zakeut” di Oasis Hotel, dihadiri anggota Dewan Pertimbangan Syariah (DPS) Baitul Mal Aceh, Dr Islahuddin dan Adiwani Direktur Syariah Bank Aceh, Haizir Sulaiman, serta produser dan bintang Eumpang Breuh, seperti Pak Salam Pasar Pagi dan Him Morning.

Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa dalam sambutannya mengatakan, pembuatan film ini disponsori oleh Bank Aceh Syariah, dengan tujuan menaksimalkan sosialisasi zakat ke semua kalangan, termasuk anak-anak yang selama ini jadi segmen penonton film Eumpang Breuh.

“Hanya saja pihak bank membiayai sampai selesainya proses pembuatan atau mastering. Sedangkan untuk penggandaan dan distribusinya dilakukan dengan biaya pihak swasta yakni Din Kramik yang kemudian menjualnya dengan harga ekonomis,” kata Armiadi.

Sementara itu, produser Din Kramik, H Khairuddin mengatakan, film ini dirilis ke pasar pada, Jumat (11/10/2013) malam. “Syukur Alhamdulillah, kami sangat berbahagia bisa ikut terlibat dalam menyosialisasi kewajiban zakat. Meski dikemas dalam bentuk komedi, tapi film ini sangat sarat pesan-pesan agama dan moral,” kata Khairuddin.

Pemutaran perdana film ini berlangsung meriah. Puluhan peserta pelatihan akuntansi zakat tampak tertawa lepas menikmati scene pe scene film. Selain dibintangi oleh pentolan Eumpang Breuh seperti Haji Umar, Bang Joni, Mando, dll.

Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, wartawati Serambi Indonesia, Nani HS, runner up kontes ‘World Muslimah 2013’ Evawani Efliza, serta para wartawan yang bergabung dalam Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI). (irfan m nur)

Peserta pengajian KWPSI Berfoto bersama Tim Eumpang Breuh seusai shoting Film Sosialisasi Zakat

22/11/13

PERS DIMINTA IKUT BERPERAN SUKSESKAN PEMILU

HARIAN ANALISA/21 Nov 2013



(Analisa/Iranda Novandi) UCAPAN SELAMAT: Undangan memberikan ucapan selamat kepada Ketua SPS Aceh Imran Joni usai dilantik, Selasa (19/11).

Banda Aceh, (Analisa). Ketua Harian SPS Pusat, M.Ridho Eisy meminta dalam menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang, perusahaan pers yang ada di Aceh ikut berperan menyukseskan even lima tahunan tersebut dengan menjadi penyejuk bagi masyarakat. “Pers berperan sangat besar dalam menyukseskan pemilu dengan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” tegas Ridho usai melantik pengurus SPS Aceh di Banda Aceh, Selasa (19/11).

Di sisi lain, Ridho mengingatkan agar SPS selektif menerima anggota. Harus dipastikan dan diperiksa secara betul apakah perusahaan pers tersebut sudah memenuhi persyaratan atau belum. Untuk menjadi anggota SPS, harus sudah berbadan hukum dan yang masuk kategori berbadan hukum adalah Perseroan Terbatas (PT), Yayasan dan Koperasi. Sementara CV adalah badan usaha tidak berbadan hukum. “Musti hati-hati menerima anggota, periksa betul apakah perusahaannya sudah standar atau belum,” ujarnya.

Ridho menyatakan, banyak sekali perusahaan pers yang mengajukan diri sebagai anggota SPS ditunda, baik itu di tingkat pusat maupun daerah. Hal itu karena mereka tidak berbadan hukum. Bagi perusahaan pers yang selama ini dinilai masih belum memenuhi ketentuan, diminta untuk memperbaikinya seperti mencantumkan nama penanggung jawabnya, baik itu media cetak maupun media online.

Pengukuhan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh periode 2013-2017 yang dipimpin Imran Joni dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 27/KEP/XI/2013 yang ditandatangani oleh Ketua Umum SPS Pusat, Dahlan Iskan.

Jadi Pengayom

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah saat memberikan kata sambutan diwakili Kepala Biro Humas Pemprov Aceh, Nurdin F Jos berharap kepada SPS Aceh dapat menjadi pengayom dan pendorong menguatnya sektor usaha penerbitan surat kabar di Aceh dalam lima tahun mendatang. “Kita berharap dengan aktifnya kembali organisasi SPS di Aceh setelah sempat vakum selama satu tahun, para pengelola surat kabar di Aceh bisa berhimpun dan bersatu dalam wadah ini,” ujar gubernur.

Melalui wadah ini, gubernur sangat mendorong agar para pengelola usaha surat kabar di Aceh bisa bersatu untuk saling membantu, saling berbagi dan saling mendukung. Dengan demikian, ke depan tidak lagi terdengar ada surat kabar yang tutup buku di Aceh.

Sedangkan SPS diharapkan mampu menggalang solidaritas usaha surat kabar, sekaligus mendorong hadirnya persaingan yang sehat dan terbuka, sehingga surat kabar di Aceh bisa mewarnai dinamika bisnis di Aceh, sekaligus mendorong hadirnya demokrasi yang berpihak kepada rakyat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda, Asisten II Setdako Banda Aceh, Ramli Rasyid, perwakilan Pemkab Aceh Besar, tokoh pers Aceh, H.Harun Keuchik Leumiek, dan Sjamsul Kahar.

Susunan pengurus SPS Aceh terdiri atas Ketua Imran Joni (Harian Rakyat Aceh), Wakil Ketua Bidang Organisasi, Dahlan TH (Aceh TV), Wakil Ketua Bidang Pembelaan Media, Marwan Muhammad (Haba Rakyat), Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Nurlis Effendi (Aceh Times), Wakil Ketua Bidang Keanggotaan, Mohd Din (Serambi Indonesia), Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan, Lukman (Harian Aceh), Sekretaris, Juli Saidi (Modus Aceh), Wakil Sekretaris, Deddy Rahman (Kabar Aceh), Bendahara, Nani HS (Serambi FM), Wakil Bendahara, Akhiruddin Mahjuddin (Raja Post). (irn)


SPS ACEH RESMI DIKUKUHKAN

Eksposrakyat/Kamis, 21 November 2013 9:46 WIB

Banda Aceh- Kepengurusan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh Periode 2013 – 2017 yang diketuai Imran Joni resmi dikukuhkan, Selasa (19/11) di Hotel The Pade Banda Aceh. Prosesi seremonial pelantikan dan pengukuhan dilakukan oleh ketua harian SPS Pusat, M. Ridho Eisy.

Jajaran pengurus SPS Cabang Aceh tersebut dilantik berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 27/KEP/XI/2013 yang ditandatangani oleh Ketua Umum SPS Pusat, Dahlan Iskan.

Struktur personalia kepengurusannya SPS Aceh adalah sebagai berikut; Ketua Imran Joni (Harian Rakyat Aceh), Wakil Ketua Bidang Organisasi, Dahlan TH (Aceh TV), Wakil Ketua Bidang Pembelaan Media, Marwan Muhammad (Haba Rakyat), Wakil Ketua Bidang Pendidikan, Nurlis Effendi (Aceh Times), Wakil Ketua Bidang Keanggotaan, Mohd Din (Serambi Indonesia), Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan, Lukman (Harian Aceh), Sekretaris, Juli Saidi (Modus Aceh), Wakil Sekretaris, Deddy Rahman (Kabar Aceh), Bendahara, Nani HS (Serambi FM) dan Wakil Bendahara, Akhiruddin Mahjuddin (Raja Post).

Ketua Harian SPS Pusat M Ridho Eisy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap lahirnya kembali SPS di Aceh yang sempat vakum pada kepengurusan periode 1994-1999 lalu.

“Sangat terkesan, adalah kala saya melihat begitu banyak karangan bunga ucapan selamat diluar sana. Ini mengingatkan saya kepada SPS yang kuat di Indonesia, yakni di Riau dan Sumatera Utara,” kata Ridlo.

Ridho berharap, kehadiran SPS Aceh memberi nuansa baru bagi dunia pers, Ia juga mengingatkan agar SPS Aceh lebih selektif dalam menerima anggotanya. Meskipun SPS bersifat terbuka namun ia meminta untuk memeriksa secara detail agar perusahaan pers tersebut memenuhi kelengkapan yang persyaratkan.

“Untuk menjadi anggota SPS, harus sudah berbadan hukum, yang masuk kategori berbadan hukum adalah Perseroan Terbatas (PT), Yayasan dan Koperasi. Sementara CV adalah badan usaha tidak berbadan hukum,” ujarnya.

Menjelang pesta demokrasi 2014 mendatang, lanjut Ridho Eisy, perusahaan pers yang ada di Aceh harus ikut berkontribusi positif menyukseskan agenda nasional lima tahunan tersebut, dengan menjadi wahana penyejuk bagi publik.

“Pers berperan sangat besar dalam menyukseskan pemilu dengan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat luas,” kata Ridho.

Sedangkan Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar yang juga penerima mandataris SPS Aceh, pula menyampaikan apresiasi atas tingginya respons perusahaan media di Aceh untuk mendaftar di SPS Aceh.

“Alhamdulillah, respons rekan-rekan perusahaan media sangat baik untuk mendaftar ke SPS Aceh. Kepada para pengurus SPS Aceh yang baru dikukuhkan saya ucapkan selamat, semoga mampu membawa perkembangan SPS Aceh ke arah yang lebih baik,” kata Sjamsul Kahar.

Sementara itu, Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah yang diwakili Kepala Biro Humas Setda Aceh H. Nurdin F Joes, juga mengucapkan selamat kepada Ketua dan Pengurus SPS Aceh yang dilantik tersebut. Sebagai salah satu organisasi media, kata F Joes, Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh diharapkan menjadi pengayom dan pendorong dalam penguatan sektor usaha penerbitan surat kabar di Aceh.

“Harapan kita, dengan aktifnya kembali organisasi SPS di Aceh, setelah sempat vakum selama satu tahun, para pengelola surat kabar di Aceh bisa berhimpun dan bersatu dalam wadah ini,” kata F Joes.

Ditambahkan, melalui wadah tersebut pihaknya mendorong agar para pengelola usaha surat kabar di Aceh bisa bersatu untuk saling membantu, saling berbagi dan saling mendukung.

“Dengan demikian, ke depan tidak lagi terdengar ada surat kabar yang tutup buku di daerah ini,” kata Nurdin F Joes

SPS Aceh, lanjut F Joes, pula diharapkan mampu menggalang solidaritas usaha surat kabar, sekaligus mendorong hadirnya persaingan yang sehat dan terbuka, sehingga surat kabar di Aceh bisa mewarnai dinamika bisnis di daerah ini, sekaligus mendorong hadirnya demokrasi yang berpihak kepada rakyat.

Hadir dalam pengukuhan tersebut, Kepala Biro Humas Setda Aceh, H. Nurdin F Joes mewakili Gubernur Aceh, Wakil Ketua DPRA Aceh H. Sulaiman Abda, Perwakilan SKPA lingkup Pemerintah Aceh, Asisten Bidang Keistimewaan Ekonomi dan Pembangunan Sekdako Banda Aceh, Drs Ramli Rasyid M.Si, tokoh Pers Aceh dan puluhan insan pers.

Oleh : Ridha Sanggeue


21/11/13

IMRAN JONI DIKUKUHKAN JADI KETUA SPS ACEH

Rabu, 20 Nov 2013 08:57 WIB - http://mdn.biz.id/n/63054/


MedanBisnis - Banda Aceh. Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat mengukuhkan kepengurusan SPS Aceh periode 2013 - 2017 yang dipimpin Imran Joni. Kegiatan dilaksanakan di The Pade Hotel, Selasa (19/11), para pengurus SPS Aceh ini dilantik berdasarkan surat keputusan yang ditandatangani Ketua Umum SPS Pusat, Dahlan Iskan.


Ketua Harian SPS Pusat, M Ridho Eisy mengingatkan agar SPS selektif menerima anggota. Harus dipastikan dan memeriksa secara betul, apakah perusahaan pers tersebut sudah memenuhi persyaratan atau belum.

"Musti hati-hati terima anggota, periksa betul apakah perusahaannya sudah standar atau belum," ujar Ridho usai melantik pengurus SPS Aceh.

Ridho mengatakan lagi, untuk menjadi anggota SPS harus sudah berbadan hukum, yang masuk kategori berbadan hukum adalah perseroan terbatas (PT), yayasan dan koperasi. Sementara CV adalah badan usaha tidak berbadan hukum.

Ia menyampaikan, banyak sekali perusahaan pers yang mengajukan diri sebagai anggota SPS tapi ditunda, baik itu di tingkat pusat maupun daerah. Hal itu dikarenakan mereka tidak berbadan hukum.

"Bagi perusahaan pers yang selama ini dinilai masih belum memenuhi ketentuan, diminta untuk memperbaikinya seperti mencantumkan nama penanggung jawabnya, baik itu media cetak maupun media online," imbaunya.

Menghadapi pesta demokrasi 2014 mendatang, dia pun berpesan agar perusahaan pers yang ada di Aceh ikut berkontribusi menyukseskan event lima tahunan tersebut, dengan menjadi penyejuk bagi masyarakat.

"Pers berperan sangat besar dalam menyukseskan pemilu dengan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat," katanya.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam sambutannya diwakili Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh Nurdin F Joes berharap kepada SPS Aceh menjadi pengayom dan pendorong menguatnya sektor usaha penerbitan surat kabar di Aceh dalam lima tahun mendatang.

"Kita berharap dengan aktifnya kembali organisasi SPS di Aceh, setelah sempat vakum selama satu tahun, para pengelola surat kabar di Aceh bisa berhimpun dan bersatu dalam wadah ini. Melalui wadah ini, kita sangat mendorong agar para pengelola usaha surat kabar bisa bersatu untuk saling membantu, saling berbagi dan saling mendukung," katanya.

Dengan demikian, ke depan tidak lagi terdengar ada surat kabar yang tutup buku. "Kita berharap SPS mampu menggalang solidaritas usaha surat kabar, sekaligus mendorong hadirnya persaingan yang sehat dan terbuka, sehingga surat kabar di Aceh bisa mewarnai dinamika bisnis di daerah ini, sekaligus mendorong hadirnya demokrasi yang berpihak kepada rakyat," katanya lagi.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPRA Sulaiman Abda, Asisten II Setda Kota Banda Aceh Ramli Rasyid, perwakilan Pemkab Aceh Besar dan para tokoh pers Aceh.

Susunan pengurus SPS Aceh, Ketua Imran Joni (Harian Rakyat Aceh), Wakil Ketua Bidang Organisasi Dahlan TH (Aceh TV), Wakil Ketua Bidang Pembelaan Media Marwan Muhammad (Haba Rakyat), Wakil Ketua Bidang Pendidikan Nurlis Effendi (Aceh Times), Wakil Ketua Bidang Keanggotaan Mohd Din (Serambi Indonesia), Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Lukman (Harian Aceh), Sekretaris Juli Saidi (Modus Aceh), Wakil Sekretaris Deddy Rahman (Kabar Aceh), Bendahara Nani HS (Serambi FM), Wakil Bendahara Akhiruddin Mahjuddin (Raja Post). 

(dedi irawan)




20/11/13

IMRAN JONI TERPILIH JADI KETUA SPS ACEH

ANALISA/19 Nov 2013

Banda Aceh, (Analisa). Imran Joni dari Harian Rakyat Aceh secara aklamasi terpilih jadi Ketua Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Aceh periode 2013-2017 dalam Musyawarah Cabang (Muscab) SPS Provinsi Aceh di aula gedung PWI Aceh, Kamis (14/11).

Dalam muscab tersebut sebenarnya ada dua kandidat yang diusung, yaitu Dahlan TH (Dirut Aceh TV) dan Imran Joni (Wakil Pemimpin Perusahaan Harian Rakyat Aceh).

Namun, Dahlan saat diminta kesediaan maju menyatakan tidak bersedia. Sehingga sebanyak 14 peserta dari berbagai media cetak dan elektronik yang punya hak suara langsung menetapkan Imran Joni sebagai ketua terpilih.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung saya menjadi Ketua SPS Aceh,” ujar Imran Joni, yang saat ini juga Ketua SIWO PWI Cabang Aceh.

Disebutkan, SPS Aceh telah lama vakum sejak dipimpin almarhum Nourhalidyn (Mimbar Swadaya) dan almarhum Achmad Chatib Ali (Acha) para era 80-an. Imran Joni mengharapkan agar perusahaan media cetak dan elektronik yang terbit di Aceh dapat bergabung dalam rangka menguatkan peran media, terutama dalam memberikan pelatihan manajemen maupun organisasi pers.

Adapun susunan pengurus SPS Aceh periode 2013-2017 terdiri atas Ketua Imran Joni, Wakil Ketua Bidang Organisasi Â.Dahlan TH (Aceh TV), Wakil Ketua Bidang Pembelaan Media Marwan Muhammad (Haba Rakyat), Wakil Ketua Bidang Pendidikan Nurlis Effendi (Aceh Times), Wakil Ketua Bidang Keanggotaan Mohd Din (Serambi Indonesia) dan Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Lukman (Harian Aceh).

Selanjutnya Sekretaris Juli Saidi (Modus Aceh), Wakil Sekretaris Deddy Rahman (Kabar Aceh), Bendahara Nani HS (Serambi Indonesia) dan Wakil Bendahara Akhiruddin Mahjuddin (Rajapost).

Dijadwalkan pengurus SPS Aceh yang baru terpilih ini secara resmi akan dilantik oleh Ketua SPS Pusat pada 19 November 2013 di Anjong Mon Mata Banda Aceh. (mhd)

16/11/13

IMRAN JONI TERPILIH KETUA SPS 2013 - 2017

www.rakyataceh.com
Jumat, 15 November 2013 | 10:37

Banda Aceh - Musyawarah Cabang Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, berhasil memilih Imran Joni (Hr Rakyat Aceh) secara aklamasi sebagai Ketua SPS Aceh 2013 - 2017 di Gedung PWI Aceh, Kamis (14/11).
Dalam Musda, kemarin, ada dua kandidat yang diusung, Dahlan TH (Aceh TV) dan Imran Joni (Rakyat Aceh)s. Namun, Dahlan saat diminta kesediaan maju menyatakan tidak bersedia. sehingga ebanyak 14 peserta dari berbagai media cetak dan elektronik yang punya hak suara, langsung menetapkan Imran Joni.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung menjadi ketua," ujar Imran joni.
Disebutkan, SPS Aceh telah lama vakum sejak dipimpin (alm) Nourhaliddin (Mimbar Swadaya) dan (alm) Achmad Chatib Ali (Acha) para era 80-an.Ia mengharapkan agar perusahaan media cetak dan elektronik yang terbit di Aceh untuk dapat bergabung dalam rangka menguatkan peran media terutama dalam memberikan pelatihan manajemen maupun organisasi Pers.

Susunan Pengurus SPS Aceh 2013 - 2017 - Ketua Imran Joni, Wakil Ketua Bidang Organisasi - Dahlan TH (Aceh TV), Wakil Ketua Bidang Pembelaan Media - Marwan Muhammad (Haba Rakyat), Wakil Ketua Bidang Pendidikan - Nurlis Effendi (Aceh Times)Wakil Ketua Bidang Keanggotaan ; Mohd Din (Serambi Indonesia), Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Lukman (Harian Aceh), Sekretaris : Juli Saidi (Modus Aceh), Wakil : Deddy Rahman (Kabar Aceh), Bendahara : Nani HS, Wakil Bendahara : Akhiruddin Mahjuddin (Rajapost). (*)











15/11/13

IMRAN JONI TERPILIH KETUA SPS ACEH 2013 - 2017

DAERAH

Banda Aceh, NEWS OBSERVASI - Musyawarah Cabang Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, berhasil memilih Imran Joni (Hr Rakyat Aceh) secara aklamasi sebagai Ketua SPS Aceh 2013 - 2017 di Gedung PWI Aceh, Kamis (14/11).

Dalam Musda, kemarin, ada dua kandidat yang diusung, Dahlan TH (Aceh TV) dan Imran Joni (Rakyat Aceh). Namun, Dahlan saat diminta kesediaan maju menyatakan tidak bersedia. sehingga ebanyak 14 peserta dari berbagai media cetak dan elektronik yang punya hak suara, langsung menetapkan Imran Joni.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung menjadi ketua," ujar Imran joni.

Disebutkan, SPS Aceh telah lama vakum sejak dipimpin (alm) Nourhaliddin (Mimbar Swadaya) dan (alm) Achmad Chatib Ali (Acha) para era 80-an.Ia mengharapkan agar perusahaan media cetak dan elektronik yang terbit di Aceh untuk dapat bergabung dalam rangka menguatkan peran media terutama dalam memberikan pelatihan manajemen maupun organisasi Pers.

Susunan Pengurus SPS Aceh 2013 - 2017 - Ketua Imran Joni, Wakil Ketua Bidang Organisasi - Dahlan TH (Aceh TV), Wakil Ketua Bidang Pembelaan Media - Marwan Muhammad (Haba Rakyat), Wakil Ketua Bidang Pendidikan - Nurlis Effendi (Aceh Times)Wakil Ketua Bidang Keanggotaan ; Mohd Din (Serambi Indonesia), Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Lukman (Harian Aceh), Sekretaris : Juli Saidi (Modus Aceh), Wakil : Deddy Rahman (Kabar Aceh), Bendahara : Nani HS, Wakil Bendahara : Akhiruddin Mahjuddin (Rajapost). 

(Win)

04/09/13

PESERTA WORLD MUSLIMAH BINTANGI FILM ZAKAT

Serambi Indonesia / Selasa, 3 September 2013 14:01 WIB

SERAMBI/ZAINAL ARIFIN M NUR
EVAWANI Efliza (kiri) mendengarkan arahan dari sutradara Ayah Doe (tengah), saat proses syuting Eumpang Breuh edisi khusus zakat, di halaman Kantor Baitul Mal Aceh, Banda Aceh, Senin (2/9).


BANDA ACEH - Nominator kontes ‘World Muslimah 2013’, Evawani Efliza, menjadi bintang tamu dalam film Eumpang Breuh edisi khusus sosialisasi zakat. Film garapan sutradara Imran Nyak Abeudo (Ayah Doe) ini terlaksana atas kerja sama Baitul Mal Provinsi Aceh, Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Din Kramik Production dan komunitas Eumpang Breuh.

Dalam film yang mengangkat kisah perjuangan dua petugas pemungut zakat (Joni dan Mando) dalam menyadarkan orang-orang di kampungnya, Eva berperan sebagai pegawai magang Baitul Mal Aceh. Eva yang sedang bertugas mendata fakir uzur untuk disantuni seumur hidup oleh Baitul Mal, berjumpa dengan Haji Umar (Sudirman) yang sedang mencari alamat kantor Baitul Mal Aceh, tempat anaknya (Yusniar) bekerja.

Gadis asal Mila, Kabupaten Pidie, yang sekarang tinggal di Calgary, Kanada, mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi zakat kepada masyarakat Aceh. “Saya sangat bersyukur karena bisa berpatisipasi dalam menyosialisasikan kesadaran berzakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat Aceh,” kata Eva, di sela-sela syuting di Kompleks Keistimewaan Aceh, Senin (2/8).

Menurutnya, kesempatan terlibat dalam kegiatan sosialisasi zakat ini, semakin membuat kepulangan saya ke Aceh kali ini menjadi sangat berarti. “Saya mendapatkan tambahan pengalaman dalam mengikuti ajang World Muslimah 2013. Insya Allah saya telah siap mengikuti grand final yang akan diadakan di Balai Sarbini, Jakarta, pada 18 September nanti,” ujarnya.

Para pesaing Eva di babak 20 besar ini berasal dari AS, Iran, Nigeria, Bangladesh, Brunei Darussalam, dan peserta dari sejumlah provinsi lainnya di Indonesia. “Saya memohon dukungan doa dan sms dari masyarakat Aceh agar saya bisa terpilih menjadi World Muslimah 2013 terfavorit. Malam grand final ini akan ditayangkan secara live di ANTV,” ujarnya.

Pimpinan Din Kramik Production, H Khairuddin berharap film sosialisasi zakat yang dikemas dalam bentuk komedi ini, mendapat tempat di hati masyarakat, khususnya penggemar serial Eumpang Breuh.

Menurutnya, proses syuting Eumpang Breuh edisi khusus ini, sudah berlangsung sejak sepekan lalu, dengan lokasi syuting di Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Aceh Utara. Film khusus ini melibatkan seluruh kru Eumpang Breuh, serta sejumlah bintang tamu, termasuk Nani HS (wartawati Harian Serambi Indonesia).

Selain di Kompleks Keistimewaan Aceh, Senin kemarin, syuting film ini juga berlangsung di halaman Kantor Harian Serambi Indonesia, Meunasah Manyang, Pagar Air, Aceh Besar.(nal)




24/07/13

RADIO SERAMBI MANTAP DI AUSSIE

Serambi Indonesia/Selasa, 23 Juli 2013 10:21
Oleh Husna M Zein

Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan di Aussie (nama lain dari Australia) sembari mendengarkan Radio Serambi FM dengan suara yang begitu jernih, menawarkan suatu kesenangan tersendiri. Serasa persis sedang berada di Aceh, meskipun kami tinggal di kota bagian selatan Negeri Kanguru, yaitu Melbourne. Apalagi sekali-kali ada iklan yang ikut melibatkan Kak Nani HS, yang memiliki suara khas dan aksen Aceh-nya sangat kental dan menohok.

Sembari menyiapkan makanan berbuka yang dibantu oleh sang suami, saya juga ikut mendengarkan perbincangan atau siraman rohani yang disiarkan langsung dari pusat radio tersebut di Desa Mayang PA, Aceh Besar. Saat berbuka puasa sekitar pukul 05.17 pun masih bisa menambah ilmu pengetahuan dan memperbaharui informasi tentang situasi di Aceh. Terima kasih Serambi FM. Terjadi perbedaan waktu tiga jam lebih cepat antara tempat saya tinggal, Melbourne, dengan tempat dipancarkan Radio Serambi, sehingga ketika kami sedang berbuka puasa, di Aceh masih pukul 14.00 Wib.

Pada saat-saat demikian, saya sering membayangkan memasak makanan-makanan Aceh, seandainya bisa dilakukan di Australia. Tak semuanya bisa dimasak di sini. Soalnya, di Australia tidak ada on peugaga, boh sunti untuk pelezat makanan, boh timon wah, dan lain-lain. Berkali-kali saya mencoba menyiasati dengan bahan-bahan lain agar bisa menikmati makanan khas Aceh, namun tak beroma dan berasa yang sama.

Yang tak kalah menarik untuk didengarkan dari Serambi FM adalah pembacaan Tafakkur menjelang waktu-waktu shalat. Bila dibaca dengan irama yang cocok, tidak tergesa-gesa, di tambah dengan suara yang padu, saya kerap berurai air mata. Bulu-bulu kuduk saya merinding. Bila topiknya tentang ibu, langsung wajah ibu saya tergambar jelas di benak saya. Rasanya ingin segera pulang memapahnya yang sudah lama terbaring sakit di sana.

Apalagi ketika suara azan mulai mengalun, langsung ingatan saya terlempar jauh ke halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, dimana bermacam-macam orang mulai berdatangan untuk melaksanakan shalat di sana. Tempat-tempat wudhuk dipenuhi jamaah yang sedang wudhuk dan juga yang mengantrenya. Tak sanggup saya bayangkan bagaimana kalau Lebaran tiba dalam beberapa hari yang akan datang. Kumandang takbir Hari Raya yang disiarkan melalui Radio Serambi FM akan kembali menghadirkan perasaan saya di Aceh tercinta. Oh, Radio Serambi benar-benar membantu menyegarkan ingatan saya tentang Aceh.




02/04/13

MASYARAKAT BEUTONG TOLAK PENAMBANGAN EMAS

Serambi Indonesia/Senin, 1 April 2013 10:54 WIB

BANDA ACEH - Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, Kecamatan Nagan Raya, menolak kehadiran perusahaan tambang emas PT Emas Miniral Murni (PT EMM) beroperasi di daerah mereka. Kehadiran perusahaan tambang emas di kawasan tersebut dinilai selain dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan, juga tidak ada warga lokal yang dipekerjakan di perusahaan itu.
Sementara pihak PT Emas Mineral Murni yang dikonfirmasi Serambi mengaku selama ini hubungan antara perusahaan dan masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang, sama sekali tidak ada masalah. Pihak desa dan masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang juga belum pernah menyampaikan persoalan apapun terhadap pihak perusahaan, karena memang belum pernah ada masalah. Bahkan komunikasi dengan masyarakat dan pihak perusahaan juga berjalan lancar.

Dalam surat keputusan musyawarah tokoh masyarakat yang ditandatangani para keuchik dan tuha peut empat gampong dalam Kecamatan Beutong Ateh Banggalang, dan diserahkan ke Redaksi Serambi di Banda Aceh, Jumat (29/3) siang, disebutkan bahwa seluruh elemen masyarakat setempat sudah menggelar musyawarah, dan menyepakati sejumlah hal berkaitan dengan kehadiran PT EMM.

Pertama, mereka menolak PT EMM membuka lokasi tambang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Kedua, menolak kelanjutan izin eksplorasi PT EMM. Dan ketiga, apabila PT EMM bersikeras mendirian tambang ataupun kegiatan lain yang berkaitan dengan pertambangan, maka masyarakat akan menghentikannya secara paksa.

Surat keputusan musyawarah tokoh masyarakat tersebut antara lain ditandatangi oleh Keuchik Blang Puuk Ishak Yakob, Sekdes Blang Meurandeh Muslim, Kuechik Kuta Teungoh Abd Rafar, dan Keuchik Babak Suak TR Mukmin. Selain itu juga diteken oleh Ketua Tuha Peut Blang Puuk Tgk Sulaiman, Ketua Tuha Peut Blang Meurandeh M Yakob, Ketua Tuha Peutr Kuta Teungoh, dan Ketua Tuha Peut Babah Suak TR Meurah.

Ketua Tuha Peut Blang Puuk Tgk Sulaiman dalam pertemuan dengan Redaksi Serambi yang diterima Wakil Pemimpim Redaksi Nasir Nurdin, dan Redaktur Serambi Barat Yusbi Affan, serta Eksekutif Manajer Radio Serambi FM, Nani HS menjelaskan, kehadiran perusahaan tambang emas di Beutong Ateuh Banggalang selain tidak bermanfaat bagi masyarakat, juga berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

“Selain masyarakat tidak diberi kesempatan kerja di perusahaan itu, kehadiran perusahaan tambang emas juga dapat merusak lingkungan akibat penggunaan merkuri. Karena itu kami masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang menolak PT Emas Mineral Murni membuka pertambangan di daerah kami,” tandas Tgk Sulaiman yang diiyakan Tgk Malikul Aziz, Said Jauhari, dan lima tokoh masyarakat lainnya yang bertandang ke Serambi.(usb)

Baik-baik Saja

HARRY Widyantoro selaku Manager Media Relation PT Emas Mineral Murni yang dikonfirmasi Serambi melalui saluran telepon selular pada Minggu (31/3) sekitar pukul 13.30 WIB mengaku selama ini hubungan antara perusahaan dan masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya itu sama sekali tidak ada masalah.

“Hubungan kami selama ini dengan masyarakat baik-baik saja, makanya kami heran kok tiba-tiba ada surat penolakan yang dikirim ke redaksi media,” kata Harry.

Harry yang melakukan pengecekan langsung kepada sejumlah pihak perusahaan kemarin mengaku juga tak pernah tahu terhadap persoalan itu. Karena selama ini program yang dijalankan termasuk program CSR di masyarakat juga berjalan lancar.

Apalagi pihak desa dan masyarakat di Beutong Ateuh Banggalang juga belum pernah menyampaikan persoalan apapun terhadap pihak perusahaan, karena memang belum pernah ada masalah. Bahkan komunikasi dengan masyarakat dan pihak perusahaan juga berjalan lancar. “Makanya kami heran mengapa bisa begini, namun kami akan cari tahu apa sebabnya untuk kita lakukan musyawarah,” pungkas Harry.(edi)

Kami belum Tahu

PELAKSANA Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Nagan Raya, Samsul Kamal yang dikonfirmasi Serambi, kemarin secara terpisah mengaku Pemkab setempat belum pernah mengetahui bahwa terdapat empat kepala desa dan perwakilan masyarakat di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang yang menolak operasionl perusahaan tambang di kawasan dataran tinggi tersebut.

Karena selama ini Pemkab belum pernah mendengar dan sama sekali belum mendapatkan laporan bahwa masyarakat menolak adanya penolakan tersebut. “Kami akan cari tahu dulu apa sebabnya, karena persoalan ini baru kali ini kami dengar,” katanya.

Namun Samsul Kamal mengaku perusahaan tambang emas PT Emas Mineral Murni (EMM) milik Media Group tersebut saat ini masih dalam tahap eksplorasi dan belum pada tahap eksploitasi.(edi)

Editor : bakri
Share on Facebook

15/03/13

BALAI SYURA KUNJUNGI SERAMBI INDONESIA

Aceh.tribunnews.com / Kamis, 14 Maret 2013 11:26 WIB

BANDA ACEH - Sejumlah aktivis perempuan yang tergabung dalam Balai Syura Ureung Inong Aceh melakukan kunjungan ke Kantor Pusat Harian Serambi Indonesia, kawasan Meunasah Manyang-PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (13/3). Kunjungan itu bertujuan mendiskusikan peran media dalam pemberitaan isu perempuan di Aceh.

Ketujuh aktivis perempuan itu disambut Wakil Redaktur Pelaksana Serambi Indonesia, M Nasir Nurdin dan Eksekutif Produser Serambi FM 90.2 Mhz, Nani HS. Kunjungan itu merupakan satu dari serangkaian kegiatan memperingati Hari Perempuan Sedunia.

Seorang aktivis, Asiah mengatakan kunjungan itu selain silaturrahmi juga untuk membangun hubungan dengan media sebagai sarana yang bisa membantu kaum perempuan Aceh melalui pemberitaan. “Kami mengharapkan Serambi Indonesia dapat ikut memperhatikan kaum perempuan melalui pemberitaan di koran,” katanya saat diskusi.

Menanggapi harapan aktivis Balai Syura, Nasir Nurdin mengatakan pihaknya terbuka menerima segala masukan dan kritikan selama hal itu bermanfaat bagi masyarakat.

“Serambi memberi ruang bagi Balai Syura maupun lembaga lain yang ingin menyuarakan hal-hal yang terjadi di Aceh. Hal itu dapat langsung ditujukan ke redaksi Harian Serambi Indonesia. Kami juga akan terus memperbaiki diri agar ke depan bisa lebih baik lagi,” demikian Nasir Nurdin.(s)

Editor : bakri



25/02/13

PENONTON STAND UP COMEDY MEMBLUDAK

Serambinews.com / Minggu, 24 Februari 2013 09:35 WIB

BANDA ACEH - Penonton Stand Up Comedy memperebutkan Piala Wali Kota Banda Aceh yang digelar di Nacha Travel Cafe, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (23/2) malam tadi, tampak membludak. Babak final yang diikuti 12 peserta ini memperebutkan tiga tiket grand final yang akan diumumkan, Senin (25/2) besok.

Acara tersebut ikut disaksikan oleh Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar. Tiga peserta akan tampil memperebutkan Juara I, II, dan III dalam grand final saat peresmian Toko Buku New Zikra, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Banda Aceh, Senin (4/3) pagi pekan depan.

Pantauan Serambi tadi malam, penonton membludak hingga ada yang tak kebagian tempat duduk dan terpaksa berdiri. Bahkan parkiran sepeda motor dan mobil penuh hingga meluber ke jalan. Suasana berbeda juga terlihat di café sebelahnya, di mana pengunjung memilih menghadap ke acara Stand Up Comedy.

Ke-12 peserta yang tampil secara bergiliran mampu menghibur dengan karakter masing-masing hingga ada penonton tertawa terpingkal-pingkal. Ada peserta yang mampu menghibur penonton dari dari awal penampilan hingga akhir. Namun ada juga peserta yang tak mampu menguasai sepenuhnya dalam penampilan selama 7 menit itu.

Meski demikian, penonton tak beranjak dari tempat duduk dalam acara yang turut dimeriahkan Guava Band sejak pukul 20.15-22.35 WIB. Pemeran Bang Joni dalam serial Eumpang Breuh yang ikut menonton tadi malam mengatakan, acara Stand Up Comedy ini menarik dan lucu, kreatif dan punya kemampuan menghibur. “Mungkin kalau saya tidak bisa tampil seperti itu. Beda caranya mungkin tampil di atas panggung,” ujarnya sambil tertawa.

Sedangkan penonton lain, Andry Agung mengakui bagus acara Stand Up Comedy yang dibuat oleh Serambi. Para peserta juga lucu dan menghibur penonton yang ada di café. “Salut dan salam dari kami klub menembak ISC dan Perbakin Aceh untuk Serambi Indonesia yang sangat kreatif untuk membuat Stand Up Comedy dalam rangka merayakan hari ulang tahunnya,” ujarnya.

Panitia Stand Up Comedy, Nani HS tadi malam mengatakan, tiga peserta yang lolos ke grandfinal akan tampil untuk memperebutkan juara I, II, dan III dalam acara peresmian Toko Buku New Zikra di Jalan KH Ahmad Dahlan, Banda Aceh, Senin (4/3) pagi pekan depan.

Sebelumnya grand final dijadwal, Senin (25/2) pagi, tapi diundur akibat hal teknis yang tak bisa dielakkan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada peserta, penonton yang menyaksikan Stand Up Comedy,” ujarnya.(adi)

Kriteria Penilaian

ADA beberapa kriteria penilaian yang menjadi pegangan dewan juri di Audisi Stand Up Comedy. Seperti menilai peserta yang menyampaikan materi terbaru dan dikemas cukup lucu (materi originalitas).

Kemudian performace yang terdiri dari artikulasi, public speaking dan informatif. Materi ini menyangkut dengan informasi yang bermanfaat yang disampaikan dengan bahasa bagus dan menghibur. Terakhir respon penonton setiap peserta tampil. Kami tahu bagaimana penonton yang tertawa mendadak atau spontan karena penampilan peserta lucu atau tertawa dibuat-buat karena sahabat dekat.
* Misbahuddin, Juri Stand Up Comedy.(adi)


Editor : bakri



16/02/13

12 PSERTA LOLOS AUDISI STAND UP COMEDY

Home / Nanggroe / Kutaraja
HUT Serambi ke 24

Serambi Indonesia/Jumat, 15 Februari 2013 08:20 WIB


SERAMBI/NANI HS
Divia Novita satu-satunya peserta wanita diajang Lomba Stand Up Comedy Piala Wali Kota Banda Aceh, di aula lantai II Gedung Serambi Indonesia, Kamis (14/2)

·
* Semifinal di Nacha Café 23 Februari

BANDA ACEH - Sebanyak 12 peserta lolos ke semifinal Stand Up Comedy memperebutkan Piala Wali Kota Banda Aceh pada audisi di aula lantai II Gedung Serambi Indonesia, Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (14/2).

Panitia Stand Up Comedy, Nani HS mengatakan, ke 12 peserta tersebut akan tampil pada semifinal di Nacha Cafe, Lampineung, Banda Aceh, Sabtu (23/2) pukul 20.15 WIB. Mereka dipilih dari 21 peserta yang tampil pada audisi hari pertama dan 19 orang pada hari kedua. “Jumlah peserta yang mendaftar 53 orang. Tapi yang ikut audisi hari pertama dan kedua hanya 40 orang,” ujar Nani.

Menurut Nani HS, ke 12 peserta ini akan bersaing di semifinal untuk memperebutkan tiga tiket ke grandfinal. Tiga orang yang lolos akan bersaing lagi menjadi yang terbaik di grandfinal pada saat peresmian New Zikra, Banda Aceh, Senin (25/2) pagi. Para peserta punya waktu mempersiapkan diri untuk tampil di semifinal. “Karena di semifinal para peserta akan disaksikan langsung oleh pengunjung cafe,” katanya.

Dalam audisi Stand Up Comedy tampil satu-satunya peserta wanita bernama Divia Novita. Beberapa penonton kepada Serambi menyebutkan Divia punya nyali untuk tampil meski peserta audisi didominasi pria. Seperti diketahui, Stand Up Comedy merupakan bagian dalam rangka memperingati HUT ke-24 Serambi Indonesia, 9 Februari 1989 dan 9 Februari 2013.(adi)

Dari Tawa Penonton

Ada beberapa kriteria penilaian yang menjadi pegangan dewan juri di Audisi Stand Up Comedy. Misalnya, materi harus baru dan dikemas cukup lucu (materi originalitas). Kemudian performace yang terdiri atas artikulasi, public speaking dan informatif.

Materi ini menyangkut dengan informasi yang bermanfaat yang disampaikan dengan bahasa bagus dan menghibur. Terakhir respon penonton terhadap peserta yang tampil. Kami tahu bagaimana penonton yang tertawa mendadak karena penampilan peserta lucu atau tertawa dibuat-buat karena sahabat dekat.
* Misbahuddin, Juri Stand Up Comedy.(adi)

Editor : bakri



15/02/13

TENTARA DAN PELAWAK IKUT AUDISI

Serambinews.com / Kamis, 14 Februari 2013 09:01 WIB

* Hari Pertama Stand Up Comedy

BANDA ACEH - Tentara dan pelawak ikut meramaikan audisi hari pertama Stand Up Comedy memperebutkan Piala Wali Kota Banda Aceh di Kantor Serambi Indonesia, Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (13/2). Sebanyak 21 peserta tampil di hari pertama dari berbagai latar belakang termasuk mahasiswa, pegawai negeri dan masyarakat umum.

Penampilan berbeda justru telihat dari sosok Sertu Fitriadi yang bertugas sebagai Provost di Kodim 0101/BS. Pelatih Taekwondo Dojang Kodim ini datang dengan seragam lengkap provost dan duduk diantara peserta layaknya petugas pengamanan dalam setiap kegiatan. Ternyata Fitriadi terdaftar sebagai peserta Stand Up Comedy yang jadwal tampil, Kamis (14/2).

Kebetulan Fitriadi datang hanya untuk melihat penampilan peserta lain. Karena ada peserta yang terdaftar tampil, Rabu (13/2) tidak datang. Panitia pun memberi kesempatan kepada Fitriadi untuk unjuk kebolehan. Ternyata pria berusia 41 tahun ini mampu menghibur peserta meski tak sempat mengganti seragam loreng dan sepatu PDL. Penampilannya mendapat aplaus dari peserta lain hingga disalami usai turun panggung.

“Saya datang hanya lihat saja, karena besok baru tampil. Tapi karena ada peserta yang tidak hadir makanya saya ditawari tampil oleh panitia. Ini hanya spontanitas saja. Karena kalau hari Kamis (14/2) saya tak bisa tampil, sebab ada Sertijab di Kodim dan saya harus tugas. Mungkin kalau ikut audisi hari Kamis, saya pakai baju biasa saja,” ujar Fitriadi yang mengaku ikut acara ini untuk memperlihatkan kalau tentara tidak hanya kesan garang, tapi bisa menghibur juga.

Lain Fitriadi lain pula komedian Aceh, Rusli Arafika atau yang lebih populer dengan nama Apa Gense. Pria yang terkenal lewat sejumlah film komedian Aceh ini langsung bisa menguasai penonton untuk tertawa dalam penampilan awalnya. “Saya ini pelawak yang sudah terkenal dunia akhirat. Saya pernah dipanggil ke Australia, Malaysia, dan Jakarta. Insya Allah tidak lama lagi akan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa,” ujarnya yang disambut tawa penonton.

Sebelumnya, Buang Turasno dari Dishub Aceh juga mampu mengibur penonton. Turasno yang berpengalaman mengepalai Satker Pengembangan Lalu-Lintas Jalan di Dishub Aceh ini tampil dengan percaya diri hingga mampu menguasai panggung. Tapi semua peserta tampil dalam berbagai gaya dan cerita demi membuat penonton bisa tertawa dan terhibur. Beragam penampilan terlihat jelas dari yang lucu sejak awal tampil hingga ada yang tak lucu sampai turun panggung.(adi)

12 Peserta ke Semifinal

Ada 21 peserta lain lagi yang dijadwalkan tampil, Kamis (14/2) mulai pukul 10.00-12.00 Wib dan dilanjutkan pukul 13.30-16.00 Wib. Peserta dari semula 41 orang bertambah hingga 53 orang. Pengumuman peserta yang lolos 12 orang ke semifinal dijadwalkan, Jumat (15/2). Nantinya 12 orang peserta yang lolos akan tampil di Nacha Café, Lampinueng, Sabtu (23/2). Mereka memperebutkan tiga tiket untuk bersaing dalam Grandfinal pada hari peresmian New Zikra di Banda Aceh. Acara ini juga bisa didengarkan melalui live streaming di situs serambinews.com, serambifm.com, prohaba.co, atau pun aplikasi streaming pada smartphone.
* Nani HS, Ketua Seksi Stand Up Comedy.

(adi)

Editor : bakri

13/02/13

BESOK, AUDISI STAND UP COMEDY

HUT Serambi ke 24

Serambi Indonesia/Selasa, 12 Februari 2013 10:39 WIB

* Perebutkan Piala Wali Kota Banda Aceh

BANDA ACEH - Audisi Stand Up Comedy memperebutkan Piala Wali Kota Banda Aceh berlangsung mulai 13-14 Februari di Kantor Serambi Indonesia, Jalan Raya Lambaro Km 4,5 Desa Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar. Kegiatan yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah ini diikuti oleh 41 orang.

Ketua Seksi Stand Up Comedy, Nani HS menyebutkan, untuk technical meeting digelar Selasa (12/2) pada pukul 10.00 WIB di Kantor Serambi. Sedangkan audisi berlangsung 13-14 Februari pada pukul 14.00 WIB di Kantor Serambi. Nantinya, para peserta yang meraih poin terbanyak lewat penampilan mengibur dan mampu membuat orang tertawa akan beraksi di final.

“Sedangkan final digelar di Nacha Café di Jalan Panglima Nyak Makam No. 100A, Lampineung, Banda Aceh. Untuk final berlangsung 23 Februari pada pukul 20.15-23.00 WIB. Tiga finalis akan bertarung memperebutkan Piala Wali Kota Banda Aceh beserta hadiah lain pada 25 Februari, pukul 10.00 WIB di acara peresmian New Zikra,” ujar Nani HS.

Sedangkan Manajer Serambi FM, Hari Teguh Patria menambahkan, acara Stand Up Comedy turut disiarkan melalui Serambi FM 90.2 Mhz. Untuk masyarakat bisa mendengarkan melalui live streaming di situs serambinews.com, serambifm.com, prohaba.co, atau pun aplikasi streaming pada smartphone.

“Jadi bagi masyarakat yang berminat untuk menyaksikan aksi panggung yang menghibur oleh peserta dapat datang di hari final dan grandfinal. Tapi bagi masyarakat di luar kota yang tak bisa menyaksikan langsung dapat mendengarkannya melalui Seambi FM 90.2 Mhz,” ujar Hari Teguh Patria yang juga Manajer Iklan dan Kabag IT Serambi Grup.(adi)



18/11/12

BESOK, KONSER AMAL UNTUK PALESTINA

Serambinews.com / Sabtu, 17 November 2012 13:24 WIB

* Gratis Untuk Penonton

BANDA ACEH - Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh, Minggu (18/11) besok menggelar konser amal dari Aceh untuk rakyat Palestina di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam.

Konser ini akan akan diisi sejumlah artis seperti Sulis (Cinta Rasul), Fadli (Padi), Tim Nasyid Izzatul Islam (Izzis) dan Rafli (Kande).

“Ini merupakan acara yang dipersembahan untuk rakyat Palestina dari masyarakat Aceh,” Kata Ketua Harian KNRP Aceh, Afrial Hidayat, Lc kepada Serambi kemarin.

Menurutnya, konser kemanusian ini gratis dan dipersembahkan untuk seluruh lapisan masyarakat Aceh.

Dia sebutkan kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian dari Road to Concert (RTC) penggalangan dana di seluruh Aceh baik pemutaran video kebiadaban Israel terhadap Palestina dan acara penggalangan dana di yayasan, instansi, sekolah, maupun di jalan-jalan.

“Hari ini tim RTC akan kembali dari seluruh Aceh yang dibagi dalam lima tim, termasuk didalamnya ada perwakilan dari Palestina, Dr Saady Abu Umair dan dari KNRP Pusat,” lanjutnya.

Dia menyebutkan masyarakat juga bisa memberikan donasi melalui rekening BSM Nomor 707 555 6661 a.n KNRP Aceh.

Menurut Koordinator Acara, Wilmar Ichsan, untuk konser panitia sudah berusaha semaksimal mungkin termasuk kesiapan artis yang akan mengisi dengan lagu-lagu andalan mereka. Termasuk yang Sulis sudah di Banda Aceh, dan kemarin sore sudah mengisi talk show di Radio Serambi FM di pandu Nani HS.

Selain konser, pada Minggu besok panitia juga mengadakan bazar di depan AAC. (sar)

artis konser

Sulis (Cinta Rasul)
Fadli (Padi)
Tim Nasyid Izzatul Islam
(Izzis)
Rafli (Kande)

Editor : hasyim



17/11/12

MINGGU, KONSER AMAL UNTUK PALESTINA

Oleh: REL - 16/11/2012 - 20:59 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh akan menggelar konser kemanusian dari Aceh untuk rakyat Palestina, pada Minggu (18/11) pagi di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam. Konser akan dimeriahkan oleh Fadli (Padi), Sulis (Cinta Rasul), Tim Nasyid Izzatul Islam (Izzis) dan Rafly (Kande).

Konser amal gratis dan dipersembahkan untuk seluruh lapisan masyarakat di Aceh. “Ini merupakan acara yang dipersembahan untuk rakyat Palestina dari masyarakat Aceh,” Kata Ketua Harian KNRP Aceh, Afrial Hidayat, dalam rilis yang dikirim ke acehkita.com, Jumat (16/11).

Menurutnya, konser kemanusian itu merupakan salah satu rangkaian dari Road to Concert (RTC) guna melakukan penggalangan dana di seluruh Aceh, baik pemutaran video kebiadaban Israel terhadap Palestina dan acara penggalangan dana di yayasan, instansi, sekolah, maupun di jalan-jalan.

“Hari ini tim RTC akan kembali dari seluruh Aceh yang dibagi dalam 5 tim, termasuk didalamnya ada perwakilan dari Palestina, DR. Saady Abu Umair dan dari KNRP Pusat,” lanjutnya.

Tambahnya, masyarakat juga bisa memberikan donasi melalui rekening BSM Nomor 707 555 6661 atas nama KNRP Aceh.

Menurut Koordinator Acara, Wilmar Ichsan, untuk konser panitia sudah berusaha semaksimal mungkin termasuk kesiapan artis yang akan mengisi dengan lagu-lagu andalan mereka masing-masing.

“Sulis sudah di Banda Aceh, dan kemarin sore sudah mengisi talkshow di Radio Serambi FM yang di Pandu oleh Nani HS,” pungkasnya.

Sementara, untuk Izzis akan datang ke Aceh hari ini (Senin, 11 November). “Fadli dan Rafli juga sudah memastikan diri akan ikut memeriahkan konser kemanusian,” ungkapnya.

Selain konser, pada Minggu besok panitia juga mengadakan bazaar di depan AAC. “Untuk bisa melihat bazaar, panitia juga tidak memungut biaya atau gratis,”

Sementara itu, menurut Sulis, masyarakat Aceh bisa menyaksikan konser kemanusian pada Minggu (18/11) dan menyiapkan infaq terbaik guna disumbangkan kepada rakyat Palestina melalui KNRP Aceh.

“Infaq dari seluruh masyarakat Aceh mutlak akan diserahkan kepada rakyat Palestina, baik itu uang, handphone, jam tangan, kamera digital, dan emas tanpa diambil sedikitpun untuk operasional konser dan panitia,” jelasnya. []

Kategori: Berita, Hiburan.

10/05/12

BNI GRIYA BUNGA CANTIK

Serambi Indonesia / Rabu, 9 Mei 2012 09:57 WIB



Analis Pemasaran Bisnis BNI, Nopi Astiningtyas (kanan), bersama Syahrozy, Lending Officer (tengah) dan Abdul Muis, Penyelia Pemasaran Bisnis menjadi narasumber talkshow "BNI Griya Bunga Cantik" yang dipandu Dosi Alfian di Radio Serambi FM 90.2 MHz, Meunasah Manyang, Aceh Besar, Selasa (8/5). BNI Griya adalah produk BNI untuk pembiayaan pembangunan ataupun pembelian rumah. SERAMBI FM/NANI HS

Editor : bakri